*Memahami Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar*
Oleh: Tika Ihwatika,S.Pd.SD.,M.Pd.
Beberapa bulan yang lalu tepatnya di bulan Maret tahun 2022 Kemendikbudristek meluncurkan terobosan baru dari Program Merdeka Belajar yaitu Kurikulum Merdeka Belajar dan Platform Merdeka Mengajar.
Program Merdeka Belajar yang digagas oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim berangkat dari adanya keprihatinan atas krisis pembelajaran selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dengan tes PISA atau _Program for International Student Assesment_ yaitu sebuah program penilaian hasil belajar siswa tingkat internasional, dimana literasi, numerasi dan sains bangsa Indonesia masih sangat perlu diperbaiki, karena dalam 15 tahun terakhir tidak ada kenaikan yang signifikan.
Kondisi ini diperparah dengan adanya pandemi covid-19 yang terjadi dari tahun 2020 hingga sekarang, dimana selama masa pandemi ini telah terjadi _learning loss_ atau hilangnya pembelajaran dan meningkatnya kesenjangan pembelajaran. Oleh karena itu Kemendikbudristek menggulirkan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar sebagai salah satu solusi dalam menanggulangi krisis pembelajaran itu.
Sebagai praktisi pendidikan, penulis merasa sangat perlu untuk mengetahui dan memahami apa dan bagaimana kurikulum merdeka ini. Penulis mencoba mencari informasi tentang kurikulum merdeka ini dengan membaca berbagai literatur yang tersebar di media online dan laman resmi https//kurikulum.kemendikbud.go.id. dan kanal youtube Kemendikbud RI.
*Pengertian Kurikulum Merdeka Belajar*
Menurut BSNP atau Badan Standar Nasional Pendidikan, pengertian kurikulum merdeka belajar adalah suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat. Di sini, para pelajar (baik siswa maupun mahasiswa) dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya.
Kurikulum atau program merdeka belajar ini diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sebagai bentuk dari tindak evaluasi perbaikan Kurikulum 2013.
Sebelumnya, kurikulum ini juga disebut sebagai Kurikulum Prototipe yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang.
Mendikbudristek, Mas Nadiem Anwar Makarim melalui kanal youtube Kemendikbud RI memberikan penjelasan bahwa Kurikulum Merdeka Belajar ini merupakan episode ke-15 dari Program Merdeka Belajar.
Peluncuran Kurikulum Merdeka Belajar diiringi dengan peluncuran Platform Merdeka Mengajar yang ditindak lanjuti dengan Implementasi Kurikulum Merdeka sebagai bentuk fasilitas Kemendikbudristek terhadap para guru dan kepala sekolah sebagai praktisi pendidikan.
Kebijakan pengembangan kurikulum merdeka belajar ini merupakan opsi satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran selama 2022-2024. Kebijakan Kemendikbudristek terkait kurikulum nasional akan dikaji ulang pada tahun 2024 berdasarkan evaluasi selama masa pemulihan pembelajaran.
Ada tiga (3) karakteristik kurikulum merdeka, yaitu :
1. Berbasis projek dimaksudkan untuk pengembangan soft skills dan karakter profil pelajar Pancasila, yaitu:
* Beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia
*Berkebhinekaan global
*Bergotong royong
*Mandiri
*Bernalar kritis
*Kreatif
2. Fokus pada materi esensial yaitu literasi dan numerasi.
3. Adanya fleksibilitas kurikulum.
Yang menarik adalah kurikulum merdeka ini dirancang untuk dapat mendorong pembelajaran yang sesuai dengan minat dan kemampuan siswa, memberi ruang yang luas untuk usaha pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa.
*Platform Merdeka Mengajar*
Platform Merdeka Mengajar merupakan platform edukasi yang dapat menjadi teman penggerak untuk guru dan kepala sekolah dalam mewujudkan pelajar pancasila.
Platform Merdeka Mengajar (PPM) ini mesti diunduh terlebih dahulu melalui gawai android dan menjadi langkah lanjutan dari upaya transformasi pendidikan berbasis digital di Indonesia.
Platform Merdeka Mengajar menyediakan referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik mengajar sesuai dengan Kurikulum Merdeka. Platform Merdeka Mengajar memiliki 3 fitur yaitu belajar, mengajar dan berkarya.
Pada fitur mengajar terdapat fitur perangkat ajar dan asesment murid. Pada fitur belajar terdapat fasilitas pelatihan mandiri yang memberikan kesempatan kepada guru dan tenaga kependidikan untuk memperoleh materi pelatihan berkualitas dengan mengaksesnya secara mandiri. Fitur ketiga yaitu berkarya dimana fitur ini adalah memberikan "Bukti Karya Saya" yang merupakan best practice pembelajaran pada kurikulum merdeka.
Demikian paparan tentang Kurikulum Merdeka dan Platform Mengajar Merdeka yang penulis baca dari berbagai sumber. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kita dan semua pembaca. Aamiin yra.
Referensi:
http//kurikulum.kemendikbud.go.id
Kanal youtube KEMENDIKBUD RI.
Matri zoom meeting Budaya nulis Kausaku.com
Sengsara Membawa Nikmat (2) Oleh: Tika Ihwatika Puji syukur aku bisa menyelesaikan sekolah keguruanku sampai tamat. Tak kan kuceritakan suka dukanya menjalani kehidupan selama tiga tahun itu. Yang jelas banyak sekali hikmah yang kudapat selama bekerja di toko. Selain bisa sekolah, aku juga jadi punya keterampilan bisa menyetir mobil. Ya.. atas kebaikan majikan, aku diberi ijin untuk belajar mengemudi secara mandiri menggunakan mobil miliknya. Beruntung sekali aku bisa mendapatkan bos sebaik dia. Oh ya.. setelah lulus sekolah, aku tak langsung pulang kampung. Aku tetap bekerja di toko. Namun setelah bisa menyetir mobil, aku dipercaya untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah. Selain itu aku diminta untuk membimbing dan memberi les anaknya pada malam hari. Jadi aku tak lagi disibukkan dengan tugas berat di toko. Alhamdulillah aku bersyukur sekali dengan kondisi ini. Aku semakin percaya bahwa dengan ilmu derajat kita akan meningkat. Bapak, ibu, Kak Doni, kak Ela dan kedua ka...
Komentar
Posting Komentar