Langsung ke konten utama

Postingan

Artikel

*Memahami Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar* Oleh: Tika Ihwatika,S.Pd.SD.,M.Pd. Beberapa bulan yang lalu tepatnya di bulan Maret tahun 2022 Kemendikbudristek meluncurkan terobosan baru dari Program Merdeka Belajar yaitu Kurikulum Merdeka Belajar dan Platform Merdeka Mengajar. Program Merdeka Belajar yang digagas oleh Mendikbudristek Nadiem Makarim berangkat dari adanya keprihatinan atas krisis pembelajaran selama kurun waktu 20 tahun terakhir. Hal ini dibuktikan dengan tes PISA atau _Program for International Student Assesment_ yaitu sebuah program penilaian hasil belajar siswa tingkat internasional, dimana literasi, numerasi dan sains bangsa Indonesia masih sangat perlu diperbaiki, karena dalam 15 tahun terakhir tidak ada kenaikan yang signifikan. Kondisi ini diperparah dengan adanya pandemi covid-19 yang terjadi dari tahun 2020 hingga sekarang, dimana selama masa pandemi ini telah terjadi _learning loss_ atau hilangnya pembelajaran dan meningkatnya kesenjangan pem...
Postingan terbaru

DUDA RASA PERJAKA (Cerita Pendek)

Duda Rasa Perjaka Oleh : Tika Ihwatika source : pixabay Prok… prok... prok…   Suara tepuk tangan teman-teman terdengar riuh memecah kesunyian ruang sidang yang saat itu digunakan untuk acara penutupan dan pengumuman hasil sidang. Setelah hampir 2 tahun lamanya akhinya aku dan rekan-rekanku bisa menyelesaikan sidang tesis hari ini. Alhamdulillah aku lulus dengan IPK 3,75 serta yudisium cumlaude.    Usai acara penutupan, satu persatu kami keluar ruangan secara tertib. Setiap orang mendapatkan selembar kertas sebagai keterangan tanda lulus sidang, tak terkecuali dengan aku. Di kertas itu tercantum namaku yang setelah dinyatakan lulus sidang tesis, aku berhak mendapatkan gelar baru sebagai Magister Pendidikan.   Waktu menunjukkan pukul 15.00. Kumandang adzan asar terdengar samar dari kejauhan. Bersama beberapa orang teman, aku bergegas menuju mushola kampus hendak melaksanakan sholat ashar.   Rasa syukur kupanjatkan pada sang Kholik atas pencapa...

Cerbung: Sengsara Membawa Nikmat (3)

Sengsara Membawa Nikmat (3) Oleh : Tika Ihwatika Resmilah sudah kami pacaran. Setiap Sabtu sore aku selalu menunggunya pulang dari asrama dan mengantarkannya sampai di ujung gang menuju rumahnya. Hanya sebatas itulah pacaran kami, bertemu satu minggu sekali jika dia pulang dari asrama. Aku belum berani berkunjung ke rumahnya karena takut kalau orang tuanya tak setuju dengan hubunganku. Lagi pula dia belum pernah mengajakku main ke rumahnya. Hingga suatu hari aku memberanikan diri meminta ijin untuk main ke rumahnya di hari Minggu. Dia tak keberatan, bahkan dengan senang hati mempersilakanku untuk mengunjunginya. Aku tanyakan apakah orang tuanya takkan marah jika aku main ke rumahnya? Dia menjawab agar dicoba dulu, nanti lihat bagaimana sikapnya. Dia juga mengatakan kalau ayahnya sudah sakit-sakitan. Sementara ibu kandungnya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Sekarang dia punya ibu tiri yang berprofesi sebagai guru. Mendengar ceritanya itu, aku jadi semakin sayang padanya, dan ...

Cerbung: Sengsara Membawa Nikmat (2)

Sengsara Membawa Nikmat (2) Oleh: Tika Ihwatika Puji syukur aku bisa menyelesaikan sekolah keguruanku sampai tamat. Tak kan kuceritakan suka dukanya menjalani kehidupan selama tiga tahun itu. Yang jelas banyak sekali hikmah yang kudapat selama bekerja di toko. Selain bisa sekolah, aku juga jadi punya keterampilan bisa menyetir mobil. Ya.. atas kebaikan majikan, aku diberi ijin untuk  belajar mengemudi secara mandiri menggunakan mobil miliknya. Beruntung sekali aku bisa mendapatkan bos sebaik dia. Oh ya.. setelah lulus sekolah, aku tak langsung pulang kampung. Aku tetap bekerja di toko. Namun setelah bisa menyetir mobil, aku dipercaya untuk mengantar jemput anaknya ke sekolah. Selain itu aku diminta untuk membimbing dan memberi les anaknya pada malam hari. Jadi aku tak lagi disibukkan dengan tugas berat di toko. Alhamdulillah aku  bersyukur sekali dengan kondisi ini. Aku semakin percaya bahwa dengan ilmu derajat kita akan meningkat. Bapak, ibu, Kak Doni, kak Ela dan kedua ka...

Cerbung: Sengsara Membawa Nikmat (1)

Sengsara Membawa Nikmat (1) Oleh: Tika Ihwatika Tak pernah kubayangkan akan menjadi seorang guru dengan status PNS, mengingat aku hanyalah seorang pemuda yang miskin. Aku juga tak menyangka akan memiliki jodoh seorang bidan yang juga berstatus PNS. Semua berjalan tanpa kurencanakan. Namun aku mensyukuri semuanya sebagai takdir baik yang Allah berikan untukku. Alhamdulillah*** Terlahir sebagai bungsu dari 4 bersaudara, aku harus puas bersekolah hingga SMP saja. Saat itu ayah dan ibu sudah renta dan tak sanggup lagi membiayai sekolahku. Aku diminta untuk tidak melanjutkan ke tingkat SMA. Hal ini membuat hatiku sedih dan kecewa. Ada perasaan iri pada kak Doni kakak sulungku yang bisa melanjutkan sekolahnya hingga ke tingkat SMA, bahkan saat itu kak Doni sudah bekerja sebagai guru PNS di kota Garut. Sementara aku dan kedua kakakku yang lain tak mendapatkan kesempatan yang sama. Namun kecewaku tak berlangsung lama. Setelah ijazah SMP kuterima, kak Doni mengirim surat yang isinya menyuru...

Kutemukan Cinta di Ibukota (Cerpen)

Kutemukan Cinta di Ibukota Oleh: Tika Ihwatika      sources : hipwee Tak pernah terpikir olehku untuk berada di ibukota dalam waktu yang lumayan lama. Apalagi dengan kondisi dan situasi hati yang tersakiti. Tanpa kedua orang tua dan orang-orang tersayang. Tapi aku mencoba bertahan dan sabar menjalani semuanya demi kebaikanku. Ya, aku terpaksa pergi untuk sekedar menenangkan diri atas sesuatu yang menimpaku. Sebuah penghianatan atas janji yang terpatri dari seorang lelaki.  Ah.. sudahlah aku tak mau membahasnya lagi. Kurelakan semua yang terjadi sebagai takdir terbaik dari Illahi. Kupasrahkan semuanya pada Sang Maha Bijaksana. "Ayo, kamu ke sini aja jangan terus bersedih. Kasihan mamamu setiap hari melihatmu mengurung diri di kamar. Kamu harus bangkit. Jangan biarkan mamamu sakit karena memikirkan masalahmu," demikian kata-kata bibi yang kudengar lewat telpon. Suaranya yang melengking dengan gaya bicaranya yang nyeroscos menambah pusing kepalaku....

Cerpen: Dia dalam Ingatanku

Dia dalam Ingatanku Oleh : Tika Ihwatika Sore ini aku berniat untuk tidak segera pulang ke rumah, meski sebenarnya dari kantor tempatku bekerja sudah bubaran. Sengaja kubelokkan honda varioku ke arah rumah kakakku di daerah Kiara Condong. Sore ini aku ingin bercerita tentang pertemuanku dengan seseorang yang dulu sangat aku dambakan kehadirannya. Dia yang semasa sekolah dulu sering kuledek karena sikapnya yang kekanak-kanakkan. Dia yang menurutku tak peka dengan apa yang kuperbuat. Dia yang bersikap “lurus” dan terkesan tak acuh dengan segala hal yang kulakukan. Ah dia… dia .. dan hanya dia yang ada dalam fikiranku saat ini. “ Assalamu`alaikum,” aku mengucapkan salam sambil masuk ke rumah kakakku. “Wa`alaikumussalam,” terdengar suara kakakku dari ruang tengah.“Eh,, kamu Zein, tumben kesini, ada apa?” “Main aja atuh Teh, emangnya gak boleh gitu?” jawabku sambil duduk di sofa ruang tengah. “Ya boleh atuuh ,, kamu kan adik Teteh,” katanya sambil menyodorkan tangannya meng...