Jodoh itu Datang Tepat Pada Waktunya
Oleh : Tika Ihwatika,S.Pd.SD
Setiap manusia terlahir dengan jodohnya. Itulah
mengapa banyak orang bilang jodoh itu
tak usah dicari, jodoh akan datang dengan sendirinya. Tak usah risau jika
hingga usia kepala tiga atau bahkan kepala empat kita belum menemukan jodoh
kita. Karena aturannya bukan soal telat atau tak mau mencari, tapi memang
karena Allah belum menghendakinya.
Begitupun yang terjadi dengan aku, di usiaku yang
menginjak 25 tahun ini aku belum juga dipertemukan dengan seseorang yang kelak
disebut sebagai jodohku. Ya,, untuk
seorang perempuan usia 25 tahun sepertiku dengan status masih gadis tentu akan
menjadi bahan pembicaraan orang lain. Apalagi saat ini aku telah menyelesaikan
pendidikan tinggi dan mengabdikan diri menjadi tenaga pengajar di salah satu
SMP Negeri di daerahku. Teman-teman sekolahku nyaris sudah berkeluarga, bahkan
sudah punya anak. Meski tak secara langsung bertanya padaku, tapi aku tahu di
belakangku mereka merasa ingin tahu siapa calon jodohku.
Aku sendiri sebetulnya merasa harap-harap cemas dengan
statusku yang hingga kini belum juga menemukan jodoh. Aku hanya bisa berdoa memohon
pada Allah agar segera dipertemukan dengan seseorang yang bisa menjadi imamku.
Aku punya keyakinan jika suatu saat Allah tentu akan memberikan jodoh yang
terbaik untukku. Kewajibanku hanya berdoa dan berikhtiar. Dan salah satu bentuk
ikhtiarku adalah dengan cara mewakafkan diri, menyumbangkan tenaga dan
fikiranku untuk terjun aktif pada kegiatan sosial kemasyarakatan di daerahku. Aku
berpikir dengan aktif berorganisasi, teman dan kenalanku juga akan semakin
banyak.
Dan betul saja, tanpa aku sadari dalam kurun waktu
beberapa bulan keaktifanku di organisasi sosial, ada seseorang yang mencoba
mendekatiku. Dia sama-sama aktifis tapi posisinya sebagai pengurus tingkat
kabupaten. Perkenalan kami terjadi ketika ada acara pembentukan pengurus
ranting di desaku. Dia datang menghadiri acara sebagai tamu undangan. Dan perkenalan itu terjadi biasa-biasa saja,
tak ada yang istimewa. Dia terkesan tak acuh, dan akupun demikian.
Tapi seiring berjalannya waktu, aku jadi semakin dekat
dengannya. Posisiku yang menjadi sekretaris organisasi di tingkat ranting
mengharuskanku untuk selalu hilir mudik melakukan konsolidasi dengan pengurus
tingkat kabupaten. Dan itu menjadi awal
kedekatan kami. Orang Jawa bilang “Tresno jalaran soko kulino”. Mungkin itu
yang terjadi pada kami. Secara diam-diam dia sering memperhatikanku, hingga
akhirnya dia mengungkapkan perasaannya padaku. Secara gentle dia memintaku
untuk bersedia menjadi istrinya dan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Awalnya aku tak percaya dengan apa yang diucapkannya,
aku tak segera mengiyakan permintaannya.
Aku butuh waktu untuk mempertimbangkannya. Aku merasa takut jika ucapannya
hanya main-main saja. Tapi beberapa kali dia meyakinkanku jika apa yang dia
ucapkan adalah benar keluar dari hati nuraninya. Dia bahkan meminta untuk
dikenalkan kepada orang tuaku. Melihat keseriusannya hatikupun luluh, aku
meyakinkan diri jika dia memang dihadirkan oleh Allah untuk menjadi imamku.
Karena desakannya pula dia datang ke rumah menemui
kedua orang tuaku. Dengan tenang dia mengutarakan maksud kedatangannya untuk
segera meminangku. Mendengar perkataannya, tentu saja orang tuaku merasa senang.
Namun mereka tetap memberikan keputusan terakhirnya padaku. Menyaksikan semua
itu aku hanya bisa menangis bahagia. Aku katakan pada kedua orang tuaku, jika
mereka ridho maka aku akan menerimanya menjadi suamiku. Kulihat airmata bahagia
di mata ibuku. Beliau memelukku sambil berucap lirih, “ya… kami merestuimu
nak.” Tak dapat dilukiskan betapa bahagianya hatiku saat itu. Kucium kedua
tangan ibuku, kupeluk erat tubuhnya sambil kubisikkan kata,”terima kasih,ma..”
Tak lama setelah pertemuan itu, dia kembali datang
bersama kedua orangtuanya untuk mengkhitbahku. Dalam pertemuan kali ini
keluarga kedua belah pihak merencanakan untuk meresmikan hubungan kami menuju
pelaminan pada bulan Januari tahun 2017 nanti. Aku benar-benar merasa bersyukur
telah dipertemukan dengannya. Dia yang nampak begitu dewasa telah ditakdirkan
Allah untuk menjadi jodohku. Benar kata orang jika jodoh itu akan tiba pada
waktunya. Insya Allah….
Leuwisari, 10
Nopember 2016
Komentar
Posting Komentar