Langsung ke konten utama

DO'A (Cerita Pendek)


The Power Of Do'a
Oleh : Tika Ihwatika

pic by pixabay

Ini adalah ceritaku tentang betapa dahsyatnya kekuatan sebuah do`a. Pengalaman yang pertama adalah pada saat melahirkan anak ketiga. Saat itu usiaku menginjak 39 tahun, usia yang tak muda lagi dan sangat beresiko untuk melahirkan. Namun aku tetap semangat menyambut kehadiran buah hatiku yang menurut hasil USG berjenis kelamin laki-laki sesuai harapanku. Ya.. aku sangat mengharapkan kehadiran anak laki-laki untuk melengkapi kebahagiaan rumah tanggaku setelah sebelumnya memiliki dua orang putri.
Kehamilan yang ketiga ini diawali dengan kerinduanku akan hadirnya seorang bayi di rumah. Ada rasa rindu ingin menyusui dan menggendong bayi. Berbagai upaya kulakukan agar aku bisa segera hamil lagi. Selain tidak ber-KB akupun  mendatangi tukang pijat untuk mencoba melemaskan otot-otot di sekitar rahim. Saat itu tukang pijat mengatakan jika rahimku terasa kering, dia bilang mungkin akibat sering minum jamu. Tapi aku membantahnya karena aku sama sekali tak suka dan anti minum jamu. Sejak saat itu akupun tak henti-hentinya memanjatkan doa agar keinginanku untuk hamil segera terkabul. Apalagi saat itu adalah bulan Ramadhan yang menurut keterangan merupakan bulan baik untuk kita melakukan amalan-amalan termasuk berdoa. Aku tak menghiraukan apa yang dikatakan tukang pijat. Toh dia manusia biasa yang hanya bisa menduga-duga. Aku punya keyakinan jika Allah akan mendengar doa-doaku dan mengabulkannya menjadi kenyataan.
Qodarullah, Allah maha baik, pada bulan Juli 2011 aku tak mendapatkan tamu rutin. Awalnya kupikir hanya terlambat datang bulan saja. Tapi pada bulan berikutnya Agustus hingga September aku tak mengalami haid. Akhirnya kuputuskan untuk membeli test pack. Betapa gembiranya hatiku saat mengetahui hasil yang ditunjukkan alat test itu adalah garis merah dua pertanda bahwa aku positif hamil. Untuk lebih meyakinkan aku memeriksakan diri ke bidan terdekat. Dan benar saja, hasil pemeriksaan bidan juga menunjukkan hal yang sama jika aku sedang hamil dengan usia kehamilan 3 bulan. Tak dapat dibayangkan betapa bahagianya hatiku saat itu. Alhamdulillah kuucap syukur pada Allah atas karunia yang aku terima ini.
Hari-hari berikutnya kujalani dengan penuh semangat. Aku yang bekerja sebagai guru sekolah dasar sedikit mengurangi aktivitas di luar sekolah untuk menjaga kesehatan janinku. Oh ya.. pada saat hamil muda itu aku mendapatkan panggilan dari Dinas Pendidikan kabupaten untuk melakukan pemberkasan sebagai syarat mengikuti diklat PLPG. Aku yang saat itu sedang hamil 4 bulan harus mengikuti test ujian kompetensi awal (UKA). Dan alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan lancar. Aku dan semua teman satu kecamatan yang ikut UKA dinyatakan lulus dan diminta untuk  menunggu jadwal pelaksanaan PLPG yang konon katanya akan diselenggarakan di kota Purwokerto. 
Kabar tentang penyelenggaraan PLPG di kota Purwokerto ternyata bukanlah kabar burung. Jadwal pelaksanaannya pun sudah disebar ke sekolah-sekolah. Aku benar-benar dibuat bingung mengingat kondisiku yang saat itu sedang hamil tua. Prediksi dokter mengatakan jika aku akan melahirkan pada tanggal 5 Juni 2012, sementara jadwal PLPG yang kuterima adalah tanggal 25 Juni 2012. Itu artinya aku harus mengikuti PLPG pada saat usia bayiku baru 20 hari. Nah sejak saat itulah, aku berdoa terus-menerus agar diberikan jalan terbaik bagi masalahku ini. Setiap hari setiap malam aku berdoa mohon agar Allah mempercepat proses kelahiranku. Aku ingin agar pada saat mengikuti PLPG nanti usia anakku berumur satu bulan.
Dan apa yang terjadi sungguh di luar dugaanku, Allah mendengar doaku. Allah mengabulkan permintaanku. Prediksi dokter yang mengatakan aku akan melahirkan pada tanggal 5 Juni 2012 ternyata meleset. Dan aku melahirkan 2 minggu lebih cepat dari perkiraan dokter yaitu pada tanggal 19 Mei 2012. Hal ini benar-benar merupakan keajaiban bagiku. Aku benar-benar merasa jadi orang yang beruntung. Aku amat sangat bersyukur bisa melahirkan lebih cepat dengan proses persalinan yang normal dan lancar serta mendapatkan bayi seorang anak laki-laki yang kudambakan. Alhamdulillah… aku semakin yakin kekuatan doa itu ada dan begitu dahsyat. Terima kasih ya Robb..

   Tasikmalaya, 21 Februari 2018

Komentar