The Power Of Do'a
Oleh
: Tika Ihwatika
Ini
adalah ceritaku tentang betapa dahsyatnya kekuatan sebuah do`a. Pengalaman yang
pertama adalah pada saat melahirkan anak ketiga. Saat itu usiaku menginjak 39
tahun, usia yang tak muda lagi dan sangat beresiko untuk melahirkan. Namun aku
tetap semangat menyambut kehadiran buah hatiku yang menurut hasil USG berjenis
kelamin laki-laki sesuai harapanku. Ya.. aku sangat mengharapkan kehadiran anak
laki-laki untuk melengkapi kebahagiaan rumah tanggaku setelah sebelumnya
memiliki dua orang putri.
Kehamilan
yang ketiga ini diawali dengan kerinduanku akan hadirnya seorang bayi di rumah.
Ada rasa rindu ingin menyusui dan menggendong bayi. Berbagai upaya kulakukan
agar aku bisa segera hamil lagi. Selain tidak ber-KB akupun mendatangi tukang pijat untuk mencoba
melemaskan otot-otot di sekitar rahim. Saat itu tukang pijat mengatakan jika
rahimku terasa kering, dia bilang mungkin akibat sering minum jamu. Tapi aku
membantahnya karena aku sama sekali tak suka dan anti minum jamu. Sejak saat
itu akupun tak henti-hentinya memanjatkan doa agar keinginanku untuk hamil
segera terkabul. Apalagi saat itu adalah bulan Ramadhan yang menurut keterangan
merupakan bulan baik untuk kita melakukan amalan-amalan termasuk berdoa. Aku
tak menghiraukan apa yang dikatakan tukang pijat. Toh dia manusia biasa yang
hanya bisa menduga-duga. Aku punya keyakinan jika Allah akan mendengar
doa-doaku dan mengabulkannya menjadi kenyataan.
Qodarullah,
Allah maha baik, pada bulan Juli 2011 aku tak mendapatkan tamu rutin. Awalnya
kupikir hanya terlambat datang bulan saja. Tapi pada bulan berikutnya Agustus
hingga September aku tak mengalami haid. Akhirnya kuputuskan untuk membeli test
pack. Betapa gembiranya hatiku saat mengetahui hasil yang ditunjukkan alat test
itu adalah garis merah dua pertanda bahwa aku positif hamil. Untuk lebih
meyakinkan aku memeriksakan diri ke bidan terdekat. Dan benar saja, hasil
pemeriksaan bidan juga menunjukkan hal yang sama jika aku sedang hamil dengan
usia kehamilan 3 bulan. Tak dapat dibayangkan betapa bahagianya hatiku saat
itu. Alhamdulillah kuucap syukur pada Allah atas karunia yang aku terima ini.
Hari-hari
berikutnya kujalani dengan penuh semangat. Aku yang bekerja sebagai guru
sekolah dasar sedikit mengurangi aktivitas di luar sekolah untuk menjaga
kesehatan janinku. Oh ya.. pada saat hamil muda itu aku mendapatkan panggilan
dari Dinas Pendidikan kabupaten untuk melakukan pemberkasan sebagai syarat
mengikuti diklat PLPG. Aku yang saat itu sedang hamil 4 bulan harus mengikuti
test ujian kompetensi awal (UKA). Dan alhamdulillah aku bisa melewatinya dengan
lancar. Aku dan semua teman satu kecamatan yang ikut UKA dinyatakan lulus dan
diminta untuk menunggu jadwal pelaksanaan
PLPG yang konon katanya akan diselenggarakan di kota Purwokerto.
Kabar
tentang penyelenggaraan PLPG di kota Purwokerto ternyata bukanlah kabar burung.
Jadwal pelaksanaannya pun sudah disebar ke sekolah-sekolah. Aku benar-benar
dibuat bingung mengingat kondisiku yang saat itu sedang hamil tua. Prediksi
dokter mengatakan jika aku akan melahirkan pada tanggal 5 Juni 2012, sementara
jadwal PLPG yang kuterima adalah tanggal 25 Juni 2012. Itu artinya aku harus
mengikuti PLPG pada saat usia bayiku baru 20 hari. Nah sejak saat itulah, aku
berdoa terus-menerus agar diberikan jalan terbaik bagi masalahku ini. Setiap
hari setiap malam aku berdoa mohon agar Allah mempercepat proses kelahiranku.
Aku ingin agar pada saat mengikuti PLPG nanti usia anakku berumur satu bulan.
Dan
apa yang terjadi sungguh di luar dugaanku, Allah mendengar doaku. Allah
mengabulkan permintaanku. Prediksi dokter yang mengatakan aku akan melahirkan
pada tanggal 5 Juni 2012 ternyata meleset. Dan aku melahirkan 2 minggu lebih
cepat dari perkiraan dokter yaitu pada tanggal 19 Mei 2012. Hal ini benar-benar
merupakan keajaiban bagiku. Aku benar-benar merasa jadi orang yang beruntung.
Aku amat sangat bersyukur bisa melahirkan lebih cepat dengan proses persalinan
yang normal dan lancar serta mendapatkan bayi seorang anak laki-laki yang
kudambakan. Alhamdulillah… aku semakin yakin kekuatan doa itu ada dan begitu
dahsyat. Terima kasih ya Robb..
Tasikmalaya, 21 Februari 2018
Tasikmalaya, 21 Februari 2018

Komentar
Posting Komentar